Namaku Samara. Umurku 14 tahun. Aku dibesarkan oleh ayah dan nenekku. Ibuku tidak sayang padaku, dia menganggapku seperti HANTU. Aku memiliki 3 adik yang menganggapku seperti orang asing bukan seperti kakak mereka sendiri. Setiap malam aku harus tidur di loteng. Sepi, Dingin dan Tikus yang berkeliaran menjadi teman sehari-hari. Sejak kecil aku tidak pernah disayang oleh ibu seperti adikku. Suatu ketika, saat ibu sedang pergi dengan ayah, dan nenek pergi untuk membeli makanan, aku diberi tugas oleh ayah untuk menjaga 3 adikku. Malam itu hujan mulai turun dan petir menggelegar. Mereka bertiga sedang bermain dengan mainannya masing masing. Tiba-tiba sesosok bayangan muncul dengan membawa sebuah pisau. Mereka mulai ketakutan dan aku berusaha melindungi mereka dan....................... "Tidak!!" .... "Aaaaa...!!"
Semua sudah terlambat. Aku menjadi saksi pembunuhan yang dilakukan oleh pamanku sendiri. Ibu kemudian menjadi lebih sadis kepadaku. Dia bahkan menganggapku sebagai PEMBUNUH!! Kemudian Nenekku menitipkanku di sebuah asramah khusus perempuan yang menurutku tempat seperti itu adalah surga di dunia. Nenek mengantarkanku hingga di depan gerbang asramah, dan seorang suster datang untuk mengantarkanku hingga ke kamar. Aku sempat melihat nenek yang menangis melihat aku pergi, tetapi nenek bilang ini untuk kebaikankudan juga ibu. Saat aku melihat gedung asrama tersebut aku merasa gedung tersebut sudah lama berdiri. Tetapi sebelum menujuke kamar aku diharuskan untuk memperkenalkan diri dengan murid lain saat makan malam. Saat aku melewati seorang berambut hitam panjang dia berkata padaku
"Ada 2 perempuan yang ikut berjalan dibelakangmu!" Aku langsung 5erkejut dengan perkataannya, lalu aku bertanya ”Siapa mereka?“. Gadis itu tidak sempat membalas kata kataku, karena kepala asrama bernama Mrs. Emma untuk memperkenalkan diri diri didepan murid asramah.
Setelah selesai, Mrs Emma menyuruhku untuk pergi kekamar nomor 101 untuk istirahat dan bersiap untuk belajar besok. Lorong lotong dan ruangan ruangan aku lewati dengan rasa ketakutan, aku merasa seperti ada 2 orang yang mengikutiku dari belakang. Setelah sampai didepan pintu kamar, aku terkejut mendengar sebuah suara perempuan "Tolong aku!! Tolong kami berdua!!" Dengan cepat aku menengok belakangku, tetapi aku tidak melihat seorangpun disana. Aku mulai merasa ketakutan setengah mati, rasanya tangan dan kakiku tidak bisa digerakkan. Tetapi saat aku melihat pintu kamar, aku merasa seperti akan ada yang keluar. Aku sangat panik tetapi aku tidak bisa lari atau menghindar. Saat pintu terbuka, aku melihat sesosok perempuan dengan baju putih dan rambut hitam panjang terurai menutupi wajahnya. Spontan aku langsung berteriak, tetapi tidak ada yang mendengar. Perlahan lahan perempuan itu semakin mendekat, aku mulai merasa lemas dan akirnya aku pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan......
°°°Bersambung°°°
Tidak ada komentar:
Posting Komentar